Okey
gue akan memulai tulisan ini dengan bercerita alasan ditulisnya tulisan ini. Tulisan
ini tercipta karena gue bĂȘte duduk dimeja kerja dan lagi ngga ada kerjaan. Haha
J
Gue
bekerja di salah satu radio anak muda di Jakarta. Ada enak dan gak enaknya sih
kerja di radio. Enaknya lo bisa bekerja dengan santai, tetep bisa bergaya karna
biasanya seragam kerjanya casual ,dan
lo bakal sering ketemu artis. Ya, selain kerja di stasiun tv, tempat yang bakal
banyak didatangi artis ya stasiun radio. J
Karna
gue bekerja di stasiun radio anak muda yang setiap hari menyiarkan segala
sesuatu hal tentang anak muda, kali ini gue mau bahas tentang anak muda. Apa sih
yang kalian cari sebagai anak muda?? Uang? Ketenaran? Cita-cita? Cinta? Pendidikan?
Atau apa?
Dulu
Bung Karno pernah mengeluarkan kata-kata dahsyatnya tentang pemuda, “Berikan aku
1000 orang tua, niscaya akan kucabut semeru dari akarnya, berikan aku 1 pemuda,
niscaya akan kuguncangkan dunia”. Sehebat itukah seorang pemuda?? Tapi pemuda yang seperti apa sih yang dimaksud bung karno? Pemuda
yang bisa go international tapi dengan mengikuti arus modernisasi (baca: westernisasi)?
Pemuda yang hapal smua lagu-lagu barat? Pemuda yang suka kesenian daerah? Pemuda
yang suka demo? Atau pemuda yang hafal diluar kepala naskah pembukaan UUD 45?
Dari pada bingung mikirin itu, kita bahas dulu deh, yang
disebut pemuda itu siapa sih? Kriteria seorang pemuda itu seperti apa? Dalam UU
RI No.40 tahun 2009, di dalam pasal 1 ayat 1 disebutkan bahwa “Pemuda adalah warga negara Indonesia yang
memasuki periode penting pertumbuhan dan perkembangan yang berusia 16 sampai 30
tahun”. Jadi berdasarkan UU tersebut, yang bisa disebut pemuda ialah
mereka yang berusia 16 sampai 30 tahun saja. Apakah memang begitu? kita
tanyakan saja kepada rumput yang bergoyang, karna pasal ini juga sedang dan
masih menjadi polemik diantara para pengurus organisasi kepemudaan.
Yahh,
inilah seculi kegelisahan hati gue ditengan kesenggangan waktu kerja gue. Tentang
anak muda macam apa yang dimaksud oleh eyang Karno. Apakah anak muda seperti
gue yang hanya menhabiskan waktu didepan computer. Atau seperti mereka yang
berpanas-panas dijalan sambil berteriak Hidup Rakyat Indonesia! Ya walaupun
rakyat Indonesianya lebih sering menganggap acara teriak-teriak itu sebagai
suatu bentuk konkret pemicu terjadinya kemacetan di Jakarta ini.
Okelah,
mari bersama-sama kita merenung aja, semoga kita termasuk dari pemuda yang
digadang-gadang eyang karno dapat menguncangkan dunia.
Salam
Pemuda..!