Selasa, 22 April 2014

Pemuda??

Okey gue akan memulai tulisan ini dengan bercerita alasan ditulisnya tulisan ini. Tulisan ini tercipta karena gue bĂȘte duduk dimeja kerja dan lagi ngga ada kerjaan. Haha J
Gue bekerja di salah satu radio anak muda di Jakarta. Ada enak dan gak enaknya sih kerja di radio. Enaknya lo bisa bekerja dengan santai, tetep bisa bergaya karna biasanya seragam kerjanya casual ,dan lo bakal sering ketemu artis. Ya, selain kerja di stasiun tv, tempat yang bakal banyak didatangi artis ya stasiun radio. J
Karna gue bekerja di stasiun radio anak muda yang setiap hari menyiarkan segala sesuatu hal tentang anak muda, kali ini gue mau bahas tentang anak muda. Apa sih yang kalian cari sebagai anak muda?? Uang? Ketenaran? Cita-cita? Cinta? Pendidikan? Atau apa?
Dulu Bung Karno pernah mengeluarkan kata-kata dahsyatnya tentang pemuda, Berikan aku 1000 orang tua, niscaya akan kucabut semeru dari akarnya, berikan aku 1 pemuda, niscaya akan kuguncangkan dunia”. Sehebat itukah seorang pemuda?? Tapi pemuda yang seperti apa sih yang dimaksud bung karno? Pemuda yang bisa go international tapi dengan mengikuti arus modernisasi (baca: westernisasi)? Pemuda yang hapal smua lagu-lagu barat? Pemuda yang suka kesenian daerah? Pemuda yang suka demo? Atau pemuda yang hafal diluar kepala naskah pembukaan UUD 45?
Dari pada bingung mikirin itu, kita bahas dulu deh, yang disebut pemuda itu siapa sih? Kriteria seorang pemuda itu seperti apa? Dalam UU RI No.40 tahun 2009, di dalam pasal 1 ayat 1 disebutkan bahwa “Pemuda adalah warga negara Indonesia yang memasuki periode penting pertumbuhan dan perkembangan yang berusia 16 sampai 30 tahun”. Jadi berdasarkan UU tersebut, yang bisa disebut pemuda ialah mereka yang berusia 16 sampai 30 tahun saja. Apakah memang begitu? kita tanyakan saja kepada rumput yang bergoyang, karna pasal ini juga sedang dan masih menjadi polemik diantara para pengurus organisasi kepemudaan.
Yahh, inilah seculi kegelisahan hati gue ditengan kesenggangan waktu kerja gue. Tentang anak muda macam apa yang dimaksud oleh eyang Karno. Apakah anak muda seperti gue yang hanya menhabiskan waktu didepan computer. Atau seperti mereka yang berpanas-panas dijalan sambil berteriak Hidup Rakyat Indonesia! Ya walaupun rakyat Indonesianya lebih sering menganggap acara teriak-teriak itu sebagai suatu bentuk konkret pemicu terjadinya kemacetan di Jakarta ini.
Okelah, mari bersama-sama kita merenung aja, semoga kita termasuk dari pemuda yang digadang-gadang eyang karno dapat menguncangkan dunia.

Salam Pemuda..!